Mari kita gali lagi kearifan leluhur seperti yang tersirat dalam pepatah Jawa berikut :
1.a. Nrimo ing pandum. Kita harus meyakini bahwa Allah maha kuasa pembagi rizki. Apapun yang kita terima, secara hakekat sudah DIA tentukan. Lewat mana rizki datang, lewat keringat sendiri atau keringat orang, itu sekedar syariat.
1.b. Ojo Kagetan, Ojo Gumuman, Ojo Dumeh. Kita harus memahami bahwa setiap rizki merupakan ujian apakah kita bisa sabar dan bersyukur.
- Rizki bersifat naik turun, namun jiwa harus tetap tenang baik ketika rizki mendadak terjun bebas atau sebaliknya menanjak ke puncak.
- Rizki setiap orang selalu berbeda. The grass is always greener on the other side of the fence! Namun pikiran harus tetap berprasangka baik kepada Sang pemberi maupun orang tersebut.
- Rizki ini bukan milik kita tapi titipan Allah, sehingga kita harus rendah hati dan bijaksana dalam membaginya.
Pemikiran dasar tentang kerja dan usaha:
2.a. Urip iku Urup. Kita harus menyadari bahwa kita hadir di bumi untuk menjadi obor peradaban. Setiap pekerjaan atau usaha yang kita lakukan harus didasari niat menjadi karunia buat sesama, bukan mencari rizki karena rizki sudah dijamin Allah. Kita harus merasa malu ketika bertopang dagu apalagi menjadi benalu.
2.b. Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe. Kita harus mengamalkan asas bahwa setiap tindakan harus menjadi pengabdian bagi Allah. Sehingga kegagalan tetap berarti kebahagiaan karena pahala tetap menanti di surga. Dan keberhasilan berarti kebahagiaan berganda, bahagia di dunia ditambah bahagia di surga. Tidak ada kata kecewa.
Jadi sepengertian saya meski Rizki dan usaha / kerja saling berkaitan, sebaiknya tidak dicampuradukkan.
Dan tanpa menafikan keyakinan saya sendiri, sepengetahuan saya sebetulnya seluruh abrahamic religions (Yahudi, Kristen, Islam) maupun dharmic religions (Hindu, Budha, Zoroastrian) mempunyai sedikit banyak pemikiran yang serupa dalam hal ini. Namun jarang pemeluknya memahami dan meyakini, apalagi mengamalkannya.
Sabtu, September 26, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar