Assalamualaikum,......
fenomena mengandung arti persamaan kata dengan gejala,fakta,kenyataan modern,atau bisa juga diartikan terbaru atau sikap dan cara berfikir bertindak sesuai dengan tuntutan Zaman,............
Sedangkan Pendidikan Islam adalah metode pengajaran dan pengembangan agama Islam yang menggunakan cara yang terus berkembang dan terbarukan dengan mengikuti Fenomena yang berkembang,sehingga memerlukan Inovasi dalam tatacara pengajaran dan pembelajaran terhadap siswa atau generasi muda tanpa mengurangi esensi Islam yang terkadung di dalamnya,
Dikalangan masyarakat Indonesia akhir-akhir ini, istilah “Pendidikan” mendapatkan arti yang sangat luas. kata-kata pendidikan, pengajaran, bimbingan dan pelatihan, sebagai istilah-istilah tekhnis tidak lagi dibeda-bedakan oleh masyarakat kita, tetapi ketiga-tiganya melebur menjadi satu pengertian baru tentang pendidikan,..
Pengertian pendidikan bahkan lebih diperluas cakupanya sebagai aktifitas dan fenomena. Pendidikan sebagai aktifitas berarti upaya yang secara sadar dirancang untuk membantu seseorang atau sekelompok orang dalam mengembangkan pandangan hidup (bagaimana orang akan menjalani dan memanfaatkan hidup dan kehidupanya), sikap hidup, dan keterampilan hidup, baik yang bersifat manual (petunjuk praktis) maupun mental dan sosial.
Sedagkan pendidikan sebagai fenomena adalah perstiwa perjumpaan antara dua orang atau lebih yang dampaknya ialah berkembangnya suatu pandangan hidup, sikap hidup atau keterampilan hidup pada salah satu atau beberapa pihak.dalam konteks pendidikan Islam, berarti pandangan hidup, sikap hidup dan keterampilan hidup tersebut harus bernafaskan atau dijiwai oleh ajaran dan nilai-nilai Islam yang bersumber dari Al-Qur’an dan As-Sunnah/Al-Hadits.
Pendidikan Agama Islam adalah adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati, dan mengamalkan agama Islam melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan/atau latihan dengan memperhatikan tuntutan untuk menghormati agama lain dalam hubungan kerukunan antar umat beragama dalam masyarakat untuk mewujudkan persatuan nasional.
Tujuan Pendidikan Agama Islam secara umum bertujuan untuk meningkatkan keimanan, pemahaman, penghayatan, dan pengamalan peserta didik tentang agama Islam, sehingga menjadi manusia muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT serta berakhlak mulia dalam kehidupan pribadi, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
Salahsatu contoh fenomena pendidikan agama Islam dalam waktu dekat ini adalah Pesantren Kilat yang selalu diadakan pada bulan Ramadhan,
Sekilas, sebagian masyarakat cenderung beranggapan bahwa mengajari, melatih, meningkatkan, dan memperdalam pengetahuan tentang Islam di kalangan generasi muda khususnya pada bulan Ramadhan,adalah inovasi pendidikan yang amat positif. Sesuai dengan misinya sebagaimana acapkali kita baca di media massa, banyak kalangan meyakini bahwa pesantren kilat akan membekali siswa dengan pengetahuan yang memadai tentang Islam, meningkatkan kesadaran Islam pada diri mereka, dan membiasakan mereka dengan perilaku islami (akhlakul karimah).
Dalam hal ini, pesantren kilat dipandang seiring sejalan dengan implementasi pendidikan islam, Tidak salah jika kemudian sekolah-sekolah pun seolah berlomba-lomba melaksanakan program ini dengan berbagai model dan kegiatan. Saat ini, pelaksanaan kegiatan ini menjadi salah satu media pencitraan sekolah favorit, unggul, dan islami.
Islam merupakan pendidikan holistik dan komprehensif, mencakup hubungan vertikal-horizontal, seluas kehidupan, sepanjang masa, dan se-kompleks persoalan manusia. Pendidikan Islam, sama halnya dengan Islam, tidak dibatasi oleh dikotomi dunia-akhirat, sekuler-religius, personal-sosial, lokal-regional, apalagi oleh sekat-sekat disiplin ilmu pengetahuan.
Pendidikan Islam menganut integrasi dan interkoneksi ilmu pengetahuan. Seluruh ilmu pengetahuan adalah wahana memahami dan melaksanakan semua parameter Al Quran dalam proses pembentukan kepribadian muslim melalui paradigma Islam. Kepribadian yang dalam istilah Qur’ani memiliki kualitas takwa (keseimbangan hubungan konstruktif dengan diri sendiri, Tuhan, sesama manusia, dan alam).
Wallahu 'alamubissawab
Kamis, September 24, 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar