Selasa, September 15, 2009

Ada apa setelah Ramadhan?

Assalamualaikum,wr.wb.
Saudara dan sahabatku ini adalah sepercik renungan guna muhasabah diri kita pada akhir2 bulan yang di berkahi ini

Ramadhan
sebentar lagi pergi meninggalkan kita..Bulan yang penuh dengan berbagai macam kebaikan..
Semoga Allah menerima amal kebaikan kita dan menjadikan kita istiqamah sampai berjumpa denganNya, amiiin..Entah, kita bisa bertemu lagi dengan Ramadhan tahun depan atau tidak ?..Wallahu 'A'lam.

Namun,
walaupun Ramadhan telah pergi akan tetapi amal seorang mukmin tidak terputus begitu saja sehingga datang padanya kematian. Allah Ta'ala berfirman:
Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal).  (QS. Al-Hijr: 99).

Apabila puasa Ramadhan telah meninggalkan kita maka ibadah puasa yang lain tetap disyari'atkan sepanjang tahun:

Abu Sa'id Al-Khudri Radhiallahu 'Anhu meriwayatkan, bahwsanya Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam bersabda: Barangsiapa puasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan (puasa) enam hari pada bulan Syawal, maka hal itu laksana puasa setahun. (HR. Muslim).

Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu berkata: Kekasihku Shallalahu Alaihi Wa 'Ala Alihi Wa Sallam mewasiatkan kepadaku dengan tiga perkara:
Puasa Tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha dua raka'at dan supaya aku shalat witir sebelum tidur.
(HR. Bukhari dan Muslim).

Memasuki dihari-hari terakhir bulan Ramadhan pada tahun ini ,masing-masing dari kita sibuk dengan menghitung hari demi hari


Di pikiran kita masing-masing yang timbul justru pikiran tentang :

" Berapa banyak uang yang sudah aku dapatkan untuk persiapan hari raya tahun ni ??

" Baju warna dan model apa yang aku akan pakai pada hari raya pertama…kedua…ketiga..dan
  seterusnya…??

" Hendak Jalan-jalan kemana Hari raya tahun ini

" Kendaraan yang mana yang akan kita pakai untuk mudik,pulang kampung dan untuk silaturahmi

" Dan sebagainya lebih banyak lagi pikiran2 yang justru lebih sibuk dari urusan kita yang sesungguhnya   tidak lebih penting dari pada makna Ramadhan dan hari Raya itu sendiri

Itulah hakikat yang terjadi pada diri kita setiap tahunnya, Setiap kali masuk bulan Ramadhan,justru kita lebih sibuk mempersiapan untuk berhari Raya bukan untuk membuat muhasabah diri dan perubahan pada diri kita masing-masing.

Hasilnya, Ramadhan kelihatan begitu hampa dan tidak begitu bermakna buat diri kita masing-masing.

Benar apa yang telah Rasulullah SAW sabdakan :

" Begitu banyak orang yang berpuasa, tapi mereka tidak mendapatkan apa-apa kecuali hanyalah lapar dan dahaga "

(Riwayat An Nasa'i & Ibnu Majah)

Pernahkah kita berfikir betapa sakitnya kita berlapar dan dahaga pada siang hari tapi kita termasuk dalam kategori orang yang Rasulullah maksudkan ??

Tentu kita merasa marah jika kita bekerja sebulan penuh tetapi bila tiba akhir bulan kita tidak mendapatkan sepeserpun gaji dari perusahaan. Begitulah ibaratnya orang berpuasa tapi tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar belaka.

Akhirnya, apa yang kita lihat, bulan ramadhan tidak memberikan kesan apa-apa  pada setiap orang yang berpuasa. Setelah selesai dari Ramadhan kehidupannya tetap sama, bahkan ada yang lebih buruk lagi daripada sebelum bulan Ramadhan.. Na'uzubillah min dzalik

Apa yang menyedihkan lagi, Hari Raya yang sepatutnya dirayakan dengan penuh rasa syukur dan pujian terahadap Allah Azza Wa Jalla telah dihiasi dengan berbagai macam maksiat...lagu dan musik Hari Raya lebih penting dari mengingat dan berzikir kepada Allah, halal dan haram tidak lagi diindahkan dan di Perhitungkan..pakaian dijadikan satu perlombaan, siapa yang paling mahal…siapa yang paling cantik….dan siapa yang paling seksi…yang paling penting adalah MERIAH.

Kita lupa siapa diri kita, padahal baru diberikan kenikmatan yang sangat sedikit…
kita lupa kepada saudara kita yang dalam kesusahan…
kita lupa bahawa kanikmatan yang kita dapat ini hanyalah bersifat sementara…
Kita lupa bahawa kita ini hanyalah seorang hamba…
kita lupa bahwa kita akan mati suatu hari nanti…
dan kita juga lupa bahawa semua akan dipertanggungjawabkan dengan apa yang kita telah lakukan….Memang KITA MUDAH LUPA DAN MELUPAKAN….

Marilah kita muhasabah diri kita masing-masing,
Apakah puasa kita Ramadhan tahun ini  di terima dan di Ridhoi oleh Allah ?
Apakah amalan-amalan sunah tambahan yang telah kita lakukan dalam bulan ini ?
Adakah perubahan sikap yang telah kita lakukan ?
Dapatkah kita melatih diri kita untuk menjadi orang yang sentiasa bersyukur dan sabar ?
Dapatkah kita membuang sifat-sifat Buruk yang ada pada diri kita ?.......

Adakah sama saja ? atau ada peningkatan ? atau lebih buruk lagi ?

Pertanyaan ini harus ada jawabannya….

Jika sama saja,rugilah kita...
Jika ada peningkatan cobalah untuk jadi orang yang istiqomah,
Jika lebih buruk lagi, maka bertaubat kepada Allah dan cobalah untuk perbaiki diri.

Demikian saudaraku marilah kita Muhasabah ( Koreksi Diri ) kita masing2 dengan tujuan meningkatkan keimanan kita kepada Allah Azza Wa Jalla, Ramadhan sebentar lagi meninggalkan kita mari kita manfaatkan detik2 akhir ini untuk labih mendekatkan diri kita kepada Rabb kita
akhirnya mudah2an kita di berikan limpahan Ridha dariNya Amiiin ya Rabbal 'alamin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar