Firman Allah: Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta". (124) Berkatalah ia: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunkan aku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya adalah seorang yang melihat?" (125) Allah berfirman: "Demikianlah, telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, maka kamu melupakannya, dan begitu [pula] pada hari ini kamupun dilupakan". (126)”. (Taha: 20: 124-126).
Ayat ini diturunkan sebagai peringatan kepada manusia yang durhaka terhadap perintah Allah. Perintah Allah kepada manusia dapat dibagi 2 bagian; perintah secara khusus dan perintah secara umum,atau di sebut juga ibadah makhdoh dan ghairu makhdoh.
Perintah secara KHUSUS ( makhdoh ) adalah perintah ibadah yang diuraikan dengan detail dan dijelaskan perlaksanaannya oleh Rasulullah S.A.W. diantaranya contoh perintah khusus adalah fardhunya solat, zakat, puasa, taati ibu bapa, menutup aurat, menjauhi maksiat, pembahagian harta pusaka, halal haram dalam makanan dan dalam bekerja serta banyak lagi.
Perintah secara UMUM ( ghairu makhdoh ) yaitu merujuk kepada jalan ibadah yang bersifat prinsip universal yang perlu dijadikan amalan dalam setiap aspek kehidupan. diantaranya termasuk saling bantu-membantu ke arah kebaikan, menghormati tetangga, sahabat dan golongan yang lebih tua, tidak merusak alam sekitarnya, berlaku adil dalam kepimpinan, membela kaum yang lemah dan ditindas, berkasih sayang sesama manusia walaupun dengan bukan Muslim dan banyak lagi.
Secara garis besarnya, dalam suatu organisasi atau badan usaha bahkan sebuah Negara kalaupun sekiranya seorang pekerja atau rakyat terbukti melanggar peraturan dan undang-undang, maka ia akan dijatuhkan hukuman yang sesuai dengan pelanggarannya. Begitu juga apabila Allah menurunkan perintahNya baik perintah umum ataupun khusus, apabila diingkari, maka tentulah ada balasannya. Kecuali apabila hamba-hambanya mengaku bersalah dan kembali ke jalan Allah maka Allah Maha Pengampun dan Maha penyayang.
“KEHIDUPAN YANG SEMPIT” ditafsirkan dengan beberapa tafsiran oleh Ilmuan Islam. Pandangan pertama mengatakan kehidupan yang sempit adalah kehidupan yang jauh dari rahmat Allah di dunia. Orang yang mengingkari perintah Allah sama juga baik yang bersifat khusus ataupun umum akan sentiasa berada dalam keadaan susah walaupun dilimpahi dengan limpahan kekayaan material. Jiwanya kosong dan batinnya menderita… Sahabat, bukankah sekarang ramai orang tertawa walau tidak gembira dan ramai yang terlihat gembira walaupun tidak bahagia???
Sebagian ilmuan Islam pula mentafsirkan bahawa “kehidupan yang sempit” adalah apabila seseorang itu dimasukkan ke dalam kubur selepas kematiaanya. Dia akan dihimpit sehingga bertemu dua tulang rusuknya. Keadaan ini berkelanjutan hingga ia dibangkitkan pada hari perhitungan. nampaknya, deritanya tetap belum berakhir… Dibangkitkan dalam keadaannya “BUTA”. Ikrimah, seorang sarjana Islam mengatakan yang dimaksudkan dengan “BUTA” ialah matanya tidak dapat melihat apa-apa kecuali NERAKA yang menyala-nyala.
Marilah kita menjaga keyakinan kita selagi nadi masih berdenyut dan tubuh masih bernafas. Akhirnya, berpeganglah pada janji: “Di mana bumi dipijak, di situ ISLAM dijunjung!”
"Manusia biasa yang diberi gelar sebagai hamba Allah SWT, memang tidak terlepas dari melakukan dosa baik dosa yang kecil ataupun besar. Oleh karena itu, segeralah kita memohon ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang terhadap hamba²-Nya"
Ayat ini diturunkan sebagai peringatan kepada manusia yang durhaka terhadap perintah Allah. Perintah Allah kepada manusia dapat dibagi 2 bagian; perintah secara khusus dan perintah secara umum,atau di sebut juga ibadah makhdoh dan ghairu makhdoh.
Perintah secara KHUSUS ( makhdoh ) adalah perintah ibadah yang diuraikan dengan detail dan dijelaskan perlaksanaannya oleh Rasulullah S.A.W. diantaranya contoh perintah khusus adalah fardhunya solat, zakat, puasa, taati ibu bapa, menutup aurat, menjauhi maksiat, pembahagian harta pusaka, halal haram dalam makanan dan dalam bekerja serta banyak lagi.
Perintah secara UMUM ( ghairu makhdoh ) yaitu merujuk kepada jalan ibadah yang bersifat prinsip universal yang perlu dijadikan amalan dalam setiap aspek kehidupan. diantaranya termasuk saling bantu-membantu ke arah kebaikan, menghormati tetangga, sahabat dan golongan yang lebih tua, tidak merusak alam sekitarnya, berlaku adil dalam kepimpinan, membela kaum yang lemah dan ditindas, berkasih sayang sesama manusia walaupun dengan bukan Muslim dan banyak lagi.
Secara garis besarnya, dalam suatu organisasi atau badan usaha bahkan sebuah Negara kalaupun sekiranya seorang pekerja atau rakyat terbukti melanggar peraturan dan undang-undang, maka ia akan dijatuhkan hukuman yang sesuai dengan pelanggarannya. Begitu juga apabila Allah menurunkan perintahNya baik perintah umum ataupun khusus, apabila diingkari, maka tentulah ada balasannya. Kecuali apabila hamba-hambanya mengaku bersalah dan kembali ke jalan Allah maka Allah Maha Pengampun dan Maha penyayang.
“KEHIDUPAN YANG SEMPIT” ditafsirkan dengan beberapa tafsiran oleh Ilmuan Islam. Pandangan pertama mengatakan kehidupan yang sempit adalah kehidupan yang jauh dari rahmat Allah di dunia. Orang yang mengingkari perintah Allah sama juga baik yang bersifat khusus ataupun umum akan sentiasa berada dalam keadaan susah walaupun dilimpahi dengan limpahan kekayaan material. Jiwanya kosong dan batinnya menderita… Sahabat, bukankah sekarang ramai orang tertawa walau tidak gembira dan ramai yang terlihat gembira walaupun tidak bahagia???
Sebagian ilmuan Islam pula mentafsirkan bahawa “kehidupan yang sempit” adalah apabila seseorang itu dimasukkan ke dalam kubur selepas kematiaanya. Dia akan dihimpit sehingga bertemu dua tulang rusuknya. Keadaan ini berkelanjutan hingga ia dibangkitkan pada hari perhitungan. nampaknya, deritanya tetap belum berakhir… Dibangkitkan dalam keadaannya “BUTA”. Ikrimah, seorang sarjana Islam mengatakan yang dimaksudkan dengan “BUTA” ialah matanya tidak dapat melihat apa-apa kecuali NERAKA yang menyala-nyala.
Marilah kita menjaga keyakinan kita selagi nadi masih berdenyut dan tubuh masih bernafas. Akhirnya, berpeganglah pada janji: “Di mana bumi dipijak, di situ ISLAM dijunjung!”
"Manusia biasa yang diberi gelar sebagai hamba Allah SWT, memang tidak terlepas dari melakukan dosa baik dosa yang kecil ataupun besar. Oleh karena itu, segeralah kita memohon ampun kepada Allah. Sesungguhnya Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang terhadap hamba²-Nya"

Tidak ada komentar:
Posting Komentar