Rabu, September 09, 2009

MATI BAGAI KELEDAI

Hikmah Ramadhan

Kisah ini terjadi di Universitas ‘Ain Syams, fakultas pertanian di Mesir. Sebuah kisah yang sangat masyhur dan di eksposs oleh berbagai media massa lokal.

Di sebuah halaman salah satu fakultas di Mesir, berdiri seorang mahasiswa sembari memegang jam tangan dan membelalakkan mata ke arahnya, ia seorang yang –konon- berpikiran liberal bahkan cenderung atheis. Sambil melihat jam-nya ia berteriak lantang, “Jika memang Allah ada, maka silahkan cabut nyawa saya satu jam dari sekarang!.” Ini merupakan kejadian langka yang disaksikan oleh mayoritas mahasiswa dan dosen di kampus tersebut. Menit demi menit berjalan dengan cepat, hingga tibalah menit ke-enampuluh alias satu jam dari ucapan sang mahasiswa tersebut. Mengetahui belum ada gejala apa-apa dari ucapannya, ia berkacak pinggang, penuh dengan kesombongan dan tantangan sembari berkata kepada rekan-rekannya, “Bagaimana pendapat kalian, bukankah jika memang Allah ada, sudah pasti Dia mencabut nyawa saya?.”. tidak banyak orang yang berkomentar atas tindakan lancang mahasiswa tersebut, malah banyak yang hanya menggeleng-gelengkan kepala.

Sementara seperti biasa, ia pulang ke rumahnya dengan penuh keceriaan, berjalan dengan angkuh seakan telah membuktikan dengan dalil ‘aqly (Pemikiran) yang belum pernah dilakukan oleh siapapun sebelumnya, bahwa Allah benar tidak ada dan manusia diciptakan tanpa skenario dan maksud apapun. Dia masuk rumah dan rupanya sang ibu sudah menyiapkan makan siang untuknya, sedangkan sang ayah sudah menunggu sembari duduk di hadapan hidangan. Karenanya, anak ini bergegas ‘Wastapel’ untuk mencuci tangan. Setiba disana, ia mencuci muka dan tangannya, kemudian mengelapnya dengan tissue yang tersedia di depan cermin. Namun tak disangka, setelah ia bercermin dan hendak melangkah ke meja makan, tiba-tiba kakinya tidak bisa digerakkan, langkahnya menjadi sangat berat dan akhirnya ia terjatuh dan tersungkur di tempat itu, ia tidak bisa bergerak lagi untuk selama-lamanya. Dia akhirnya terjaring oleh ucapan dan tantangannya berapa jam lalu. Dia benar-benar telah menantang Allah SWT.

Setelah beberapa saat di chek, benar dia sudah tidak bernyawa lagi. Ternyata, dari hasil pemeriksaan dokter, diketahui bahwa sebab kematiannya hanyalah karena ada air yang masuk ke telinganya saat membasuh muka. Mengenai hal ini, Dr.’Abdur Razzaq Nawfal -Rahimahullah- berkata, “Allah hanya menghendaki dia mati seperti keledai!”. Sebagaimana diketahui berdasarkan penelitian ilmiah bahwa bila air masuk ke telinga keledai atau kuda, maka seketika ia akan mati?.

Ustadz Teguh Cordova

ALLAHUMA INNI AS'ALUKA HUSNUL KHOTIMAH WANAUDZUBIKA MIN SU'UL KHOTIMAH


Tidak ada komentar:

Posting Komentar